Langsung ke konten utama

Postingan

Granulasi Basah

Pendahuluan Metode granulasi basah adalah teknik pembuatan tablet yang paling banyak digunakan. Granulasi basah dimulai dari pencampuran, penambahan bahan pengikat, pengayakan, pengeringan, penambahan bahan ekstragranular, dan yang terakhir adalah pencetakan tablet. Bahan pengikat dapat ditambahkan dalam bentuk suspensi/larutan/mucilago atau dalam bentuk serbuk kering. Manakala tablet dibuat dalam skala kecil, bahan pengikat ditambahkan dalam bentuk serbuk dan kemudian ditambah dengan sejumlah pelarut. Sebaliknya, dalam skala besar, sebaiknya bahan pengikat didispersikan terlebih dahulu ke dalam pelarut membentuk larutan/mucilago/suspensi baru kemudian ditambahkan ke dalam campuran yang akan dibuat menjadi granul. Penambahan pelarut atau cairan pengikat tidak perlu terlalu besar, sebab massa ("adonan") yang akan digranul cukup dibuat lembab ( jangan sampai basah atau seperti pasta karena menyebabkan tablet terlalu keras ). Setelah terbentuk massa yang cukup kalis, dilak...

Membuat Laporan Analisis Data yang Baik

Dalam postingan ini, dibagikan beberapa tips untuk membuat laporan analisis Anda menarik dan mudah diinterpretasikan, dan tentunya mendapatkan nilai maksimal. 1. Selalu sajikan ringkasan hasil perhitungan dalam bentuk tabel Setelah melakukan serangkaian proses perhitungan, ada baiknya hasil disajikan secara ringkas pada suatu tabel. Hal ini akan memudahkan orang lain dalam melihat data secara keseluruhan dan memberikan penilaian yang maksimal. Seperti pada contoh berikut ini. Dalam suatu percobaan penentuan koefisien distribusi asam sitrat dalam sistem oktanol-air, ada dua proses perhitungan yang pertama adalah perhitungan berat asam sitrat yang tersisa di fase air pada saat setimbang : $$ {w}_{eq}= \frac{V_{NaOH} \cdot M_{NaOH} \cdot BM_{ac}}{3} $$ dan yang kedua adalah perhitungan koefisien distribusi yaitu: $$ K_{D}= \frac{w - w_{eq}}{w_{eq}} $$ di mana $ w $, $w_{eq}$, $V_{NaOH}$, $M_{NaOH}$, $BM_{ac}$ secara berurutan adalah berat asam sitrat mula-mula yang dilarutkan dalam ...

Import Data di Rstudio

Langkah awal dari proses analsisi data dengan Rstudio adalah memasukkan data (import) ke dalam software tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan 2 langkah mudah yaitu: 1. Mengatur working directory (direktori kerja) dimana anda menyimpan data 2. Melakukan import data sesuai dengan formatnya bisa berupa xlsx, csv, atau txt (dalam tutorial ini dicontohkan import data dari csv). Untuk lebih jelasnya silakah melihat tautan video di bawah ini. Selamat mencoba  

Diagram Fase

Kurva diagram fase di bawah ini menggambarkan daerah dimana tiga komponen berada dalam satu atau dua fase ketika dicampurkan. Dalam bidang farmasi hal ini diperlukan untuk mencari perbandingan ketiga komponen untuk menghasilkan sistem satu fase . Misalnya dalam pembuatan emulsi yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu minyak, air, dan emulgator. Gambar 1. Diagram terner hasil praktikum mahasiswa (digambar dengan menggunakan ggtern) 

Kalsium Sebagai Second Messenger dalam Kontraksi Otot

Ketika konsentrasi intraseluler meningkat,  kalsium dapat berikatan dengan troponin C pada filamen-filamen aktin (di dalam otot lurik)   atau kalmodulin (CaM) yang mengatur filamen-filamen miosin (di dalam otot polos).  Mekanisme terjadinya kontraksi pada otot lurik Di dalam otot lurik, kalsium yang berikatan dengan troponin C mengakibatkan perubahan konformasi kompleks troponin pada filamen-filamen aktin. Hal ini menyebabkan tempat-tempat ikatan (binding sites) dengan miosin yang semula tertutup menjadi terbuka dan terjadi ikatan antara aktin dan miosin (Gambar 1). Gambar 1. Kalsium menyebabkan terbentuknya ikatan aktin-miosin Selanjutnya, terjadi ikatan antara miosin dengan ATP (adenin triphosphate). Suatu ketika, ATP terhidrolisis menjadi ADP (adenin diphosphate) dan ion fosfat inorganik (Pi), menyebabkan terbentuknya jembatan silang dan miosin berikatan dengan tempat (site) yang baru pada aktin. P elepasan Pi mengubah konformasi aktin dan menghasilkan ...

Daftar Reseptor Ionotropik yang Penting

Daftar Reseptor Ionotropik yang Penting Reseptor GABA A  (𝛾-amino butyric acid) terasosiasi dengan kanal ion Cl - penting dalam mekanisme aksi obat anti-epilepsi & sedatif-hipnotik. Contoh : Gabapentin   [1] .  Reseptor AMPA ( α-amino-3-hydroxy-5-methyl-4-isoxazolepropionic acid) dan NMDA (N-methyl-D-aspartate) terasosiasi dengan kanal ion Ca 2+ . Penting dalam mekanisme aksi obat penyakit Alzheimer. Contoh : Memantin (bekerja pada NMDA) dan Perampanel (bekerja pada AMPA)  [2 , 3] Reseptor kanal ion Ca 2+   berhubungan dengan mekanisme aksi obat-obat antihipertensi. Contoh: Amlodipin [ 4 , 5] Reseptor kanal ion K + berhubungan dengan mekanisme aksi obat berhubungan dengan mekanisme aksi obat anti aritmia dan diabetes melitus.  Contoh : obat-obat sulfonilurea (diabetes melitus) dan  bisaramil (antiaritmia)  [6 ,  7]

Memahami Potensial Aksi Sel Saraf : Depolarisasi, Hiperpolarisasi, Repolarisasi

Potensial Istirahat Membran Sinyal pada sel-sel saraf disampaikan melalui sinyal listrik. Sinyal listrik ini dapat terjadi karena ada perbedaan muatan di dalam dan di luar sel. Perbedaan muatan ini dapat diukur menggunakan voltmeter yang terhubung dengan elektroda pembanding dan mikroelektroda perekam (lihat Gambar 1). Pada keadaan istirahat kanal ion tertutup, ion yang tersebar di sepanjang membran dapat diprediksi dengan mudah. Konsentrasi Na +  diluar sel 10 kali lebih besar dari pada di dalam sel dan konsentrasi K +  di dalam sel lebih besar daripada di luar sel. Sitosol mengandung anion konsentrasi tinggi dalam bentuk ion fosfat dan protein yang terionisasi negatif. Pada keadaan ini (istirahat) muatan di dalam sel lebih negatif daripada di luar dan beda potensialnya sebesar -70 mV. Nilai ini disebut dengan potensial istirahat membran. Kebocoran kanal ion dapat terjadi yang memungkinkan ion Na +  masuk ke dalam sel atau ion K +  keluar dari sel, namun hal ini d...