Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Metodologi Penelitian dan Statistika

Analisis Regresi Linier dengan Geogebra

Analisis regresi merupakan alat yang umum digunakan di bidang farmasi untuk menghitung banyak hal seperti menghitung kadar obat dengan metode instrumentasi, memperkirakan stabilitas obat, menghitung kurva dosis respon (pada rentang yang linier), dan sebagainya. Di bangku kuliah kita diajarkan menggunakan kalkulator scientific atau excel untuk menghitung koefisien regresi dari data regresi yaitu slope dan intercept . Kemudian dengan operasi matematik maka dapat dilakukan perhitungan (misal kadar obat) sesuai dengan persamaan tersebut. Contoh: jika model regresi untuk konsentrasi ($x$) dan absorbansi ($y$) adalah  $$y = ax + b$$ maka untuk menghitung konsentrasi dari suatu sampel yang diketahui memiliki absorbansi sebesar $y_i$ dapat digunakan rumus: $$x_i = \frac{y_i - b}{a}$$ Beberapa software seperti Geogebra, R, dan excel menawarkan solusi praktis untuk mempercepat proses perhitungan. Namun pada pembahasan kali ini akan ditunjukkan cara menganalisis regresi dengan...

Membuat Laporan Analisis Data yang Baik

Dalam postingan ini, dibagikan beberapa tips untuk membuat laporan analisis Anda menarik dan mudah diinterpretasikan, dan tentunya mendapatkan nilai maksimal. 1. Selalu sajikan ringkasan hasil perhitungan dalam bentuk tabel Setelah melakukan serangkaian proses perhitungan, ada baiknya hasil disajikan secara ringkas pada suatu tabel. Hal ini akan memudahkan orang lain dalam melihat data secara keseluruhan dan memberikan penilaian yang maksimal. Seperti pada contoh berikut ini. Dalam suatu percobaan penentuan koefisien distribusi asam sitrat dalam sistem oktanol-air, ada dua proses perhitungan yang pertama adalah perhitungan berat asam sitrat yang tersisa di fase air pada saat setimbang : $$ {w}_{eq}= \frac{V_{NaOH} \cdot M_{NaOH} \cdot BM_{ac}}{3} $$ dan yang kedua adalah perhitungan koefisien distribusi yaitu: $$ K_{D}= \frac{w - w_{eq}}{w_{eq}} $$ di mana $ w $, $w_{eq}$, $V_{NaOH}$, $M_{NaOH}$, $BM_{ac}$ secara berurutan adalah berat asam sitrat mula-mula yang dilarutkan dalam ...

Studi Stabilitas Dipercepat untuk Memperkirakan Waktu Kadaluarsa

Dalam bidang farmasi atau makanan seringkali kita mendengar istilah waktu kadaluarsa yaitu batas waktu di mana suatu produk obat/makanan masih dijamin kualitasnya oleh produsen pada kondisi penyimpanan yang direkomendasikan. Untuk menghitung lamanya waktu kadaluarsa metode yang paling tepat digunakan adalah real time stability test . Prinsip real time stability test sangat sederhana yaitu melakukan pengukuran ( testing ) parameter-paramter yang mencirikan kualitas suatu produk (misal : konsentrasi zat aktif, pH, bilangan peroksida, cemaran mikroba, dan aktivitas antioksidan) pada sekelompok retained sample (sampel pertinggal) yang disimpan pada kondisi penyimpanan yang direkomendasikan oleh pabrik (biasanya kondisi penyimpanan yang paling stabil) sampai waktu tertentu di mana kualitas produk tersebut tepat mulai mengalami penurunan. Meskipun akurat, namun kelemahan real time stability test adalah memerlukan waktu yang lama (bisa bertahun-tahun untuk suatu produk obat yang dibuat d...

Studi Stabilitas

Studi stabilitas umumnya dilakukan untuk mengetahui lama simpan suatu produk makanan, minuman, atau obat. Namun, dapat juga dilakukan untuk mengetahui mekanisme degradasi suatu produk (misal. obat) atau mengetahui efektivitas suatu agen penstabil yang ditambahkan dalam formulasi. Prinsipnya, studi stabilitas memanfaatkan hubungan antara parameter kimiawi, fisik, atau mikrobiologi terhadap waktu. Umumnya, parameter kimiawi lebih disukai karena pengamatan dapat dilakukan dengan lebih mudah dibandingkan dengan parameter lainnya. Berikut ini adalah contoh kinetika degrasi orde pertama. Waktu kadaluarsa ditetapkan sebagai waktu di mana konsentrasi suatu produk menjadi 90% dari konsentrasi awalnya atau telah rusak 10%, maka waktu kadaluarsa dapat ditetapkan sebagai : $$ t_{90} = \frac{0,105}{k} $$ Apabila data konsentrasi pada waktu tertentu dan kondisi penyimpanan tertentu dapat ditentukan, maka dapat dilakukan estimasi waktu kadaluarsa menggunakan persamaan di atas. Bagaiman...

Menghitung Median Effective Dose/Concentration

Dalam penelitian farmakodinamik seringkali dibutuhkan analisis kurva dosis respon untuk menilai efektifitas suatu obat. Kurva dosis respon sendiri berbentuk sigmoid yang tidak mampu dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Untuk memodelkan kurva dosis respon sekaligus mencari nilai dosis atau konsentrasi tengah (ED50 atau IC50 atau EC50) akan lebih tepat apabila digunakan regresi non linear seperti logistik dan log-logistik. Regresi Logistik Bentuk umum dari regresi logistik dapat dilihat pada persamaan di bawah ini: $$ f\left (x \right )=c+\frac{d-c}{\left (1+{e}^{\left (b\left (x-e \right ) \right )} \right ){}^{f}} $$ Dalam model tersebut, terdapat 5 buah konstanta yaitu b, c, d, e, dan f. Konstanta-konstanta tersebut tidak harus selalu disertakan dalam model. Dalam regresi logistik dikenal beberapa model yaitu L.3, L.4, dan L.5. Model L.3 menyertakan konstanta b, d, e; L.4  menyertakan b, c, d, e; dan L.5 menyertakan b, c, d, e, f dalam model regresinya. Regre...

Uji t Berpasangan untuk Membandingkan Dua Metode Analisis

Untuk membuktikan kesahihan suatu metode analisis yang baru saja dikembangkan, dapat dilakukan suatu uji banding. Dalam uji banding ini, hasil pengukuran dari metode yang baru dibandingkan dengan metode resmi (official method) yang sudah mengalami beberapa proses pengujian mulai dari validasi sampai dengan uji profisiensi.  Perbandingan hasil pengukuran dua metode analisis ini dilakukan dengan menggunakan sampel yang sama. Suatu kelompok sampel di-split (dibagi dua). Sebagian diuji dengan metode baru dan yang lainnya diuji dengan metode standar. Dengan demikian diperoleh dua kelompok data hasil pengukuran yang merupakan data berpasangan karena berasal dari suatu set sampel yang sama. Perbedaan rerata dua buah data berpasangan ini dapat dilihat menggunakan uji t berpasangan apabila selisih dua data tersebut terdistribusi normal. Sebagai contoh, dalam sebuah percobaan, dilakukan pengukuran kadar parasetamol dalam 10 buah tablet menggunakan dua metode analisis yang berbeda yaitu s...