Langsung ke konten utama

Postingan

Analisis Regresi Linier dengan Geogebra

Analisis regresi merupakan alat yang umum digunakan di bidang farmasi untuk menghitung banyak hal seperti menghitung kadar obat dengan metode instrumentasi, memperkirakan stabilitas obat, menghitung kurva dosis respon (pada rentang yang linier), dan sebagainya. Di bangku kuliah kita diajarkan menggunakan kalkulator scientific atau excel untuk menghitung koefisien regresi dari data regresi yaitu slope dan intercept . Kemudian dengan operasi matematik maka dapat dilakukan perhitungan (misal kadar obat) sesuai dengan persamaan tersebut. Contoh: jika model regresi untuk konsentrasi ($x$) dan absorbansi ($y$) adalah  $$y = ax + b$$ maka untuk menghitung konsentrasi dari suatu sampel yang diketahui memiliki absorbansi sebesar $y_i$ dapat digunakan rumus: $$x_i = \frac{y_i - b}{a}$$ Beberapa software seperti Geogebra, R, dan excel menawarkan solusi praktis untuk mempercepat proses perhitungan. Namun pada pembahasan kali ini akan ditunjukkan cara menganalisis regresi dengan...

Contoh Studi Pre-formulasi Sederhana untuk Sediaan Cair

Untuk membuat sediaan obat cair, pertama-tama perlu diketahui parameter-parameter penting dari zat aktif itu sendiri seperti : kelarutan, pH stabil (bukan pH pada saat dilarutkan dalam air, tetapi pH medium yang membuat senyawa itu stabil), rute degradasi utama, sifat asam basa, nilai pKa dan inkompatibilitas. Seperti contoh dibawah ini, dilakukan studi preformulasi sederhana terhadap aspirin. Gambar 1. Struktur molekul aspirin [2] No Parameter Deskripsi/data Ref 1 Khasiat Sebagai analgesik dan antipiretik dengan cara menghambat enzim sikooksigenase dalam proses pembentukan prostaglandin [1] 2 Dosis terapi Dosis lazim aspirin yang diberikan melalui rute oral sebagai analgesik dan antipiretik adalah 300 – 900 mg setiap 4 – 6 jam tergantung pada kebutuhan klinis, dengan dosis maksimal 4 g per hari. [1] 3 Berat Molekul 180,16 g/mol [2] 4 Kelarutan Larut 1 dalam 300 bagian air, 1 dalam 5 bagian alk...

Pengenalan Sediaan Semipadat

Sediaan semipadat merupakan salah satu sediaan farmasi yang unik. Beberapa teknik pembuatan sediaan dasar dapat digabung menjadi satu untuk menghasilkan sediaan yang baru. Sebagai contoh, emulsi minyak dalam air (M/A) dapat dikombinasikan dengan menambahkan gelling agent pada fase air sehingga menghasilkan emulgel. Contoh lain, penambahan sejumlah besar padatan dalam hidrogel yang dikombinasikan dengan basis hidrokarbon mampu menghasilkan sediaan pasta. Atau, gabungan emulsi air dalam minyak (A/M) dengan basis hidrokarbon menghasilkan salep absorpsi. Oleh karena itu, diperlukan sudut pandang secara lebih komperehensif agar mampu memahami sediaan semipadat dan pada akhirnya mampu merancang formulasi sediaan semipadat. Gambar 1. Mindmap sediaan semipadat Pertama-tama, diperlukan pemahaman definisi dasar tentang sediaan semipadat USP yang dapat dilihat di  sini  atau di sini  kemudian digambarkan dalam sebuah mindmap sederhana sediaan semipadat (Gambar 1).  Men...

Granulasi Basah

Pendahuluan Metode granulasi basah adalah teknik pembuatan tablet yang paling banyak digunakan. Granulasi basah dimulai dari pencampuran, penambahan bahan pengikat, pengayakan, pengeringan, penambahan bahan ekstragranular, dan yang terakhir adalah pencetakan tablet. Bahan pengikat dapat ditambahkan dalam bentuk suspensi/larutan/mucilago atau dalam bentuk serbuk kering. Manakala tablet dibuat dalam skala kecil, bahan pengikat ditambahkan dalam bentuk serbuk dan kemudian ditambah dengan sejumlah pelarut. Sebaliknya, dalam skala besar, sebaiknya bahan pengikat didispersikan terlebih dahulu ke dalam pelarut membentuk larutan/mucilago/suspensi baru kemudian ditambahkan ke dalam campuran yang akan dibuat menjadi granul. Penambahan pelarut atau cairan pengikat tidak perlu terlalu besar, sebab massa ("adonan") yang akan digranul cukup dibuat lembab ( jangan sampai basah atau seperti pasta karena menyebabkan tablet terlalu keras ). Setelah terbentuk massa yang cukup kalis, dilak...

Membuat Laporan Analisis Data yang Baik

Dalam postingan ini, dibagikan beberapa tips untuk membuat laporan analisis Anda menarik dan mudah diinterpretasikan, dan tentunya mendapatkan nilai maksimal. 1. Selalu sajikan ringkasan hasil perhitungan dalam bentuk tabel Setelah melakukan serangkaian proses perhitungan, ada baiknya hasil disajikan secara ringkas pada suatu tabel. Hal ini akan memudahkan orang lain dalam melihat data secara keseluruhan dan memberikan penilaian yang maksimal. Seperti pada contoh berikut ini. Dalam suatu percobaan penentuan koefisien distribusi asam sitrat dalam sistem oktanol-air, ada dua proses perhitungan yang pertama adalah perhitungan berat asam sitrat yang tersisa di fase air pada saat setimbang : $$ {w}_{eq}= \frac{V_{NaOH} \cdot M_{NaOH} \cdot BM_{ac}}{3} $$ dan yang kedua adalah perhitungan koefisien distribusi yaitu: $$ K_{D}= \frac{w - w_{eq}}{w_{eq}} $$ di mana $ w $, $w_{eq}$, $V_{NaOH}$, $M_{NaOH}$, $BM_{ac}$ secara berurutan adalah berat asam sitrat mula-mula yang dilarutkan dalam ...

Import Data di Rstudio

Langkah awal dari proses analsisi data dengan Rstudio adalah memasukkan data (import) ke dalam software tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan 2 langkah mudah yaitu: 1. Mengatur working directory (direktori kerja) dimana anda menyimpan data 2. Melakukan import data sesuai dengan formatnya bisa berupa xlsx, csv, atau txt (dalam tutorial ini dicontohkan import data dari csv). Untuk lebih jelasnya silakah melihat tautan video di bawah ini. Selamat mencoba  

Diagram Fase

Kurva diagram fase di bawah ini menggambarkan daerah dimana tiga komponen berada dalam satu atau dua fase ketika dicampurkan. Dalam bidang farmasi hal ini diperlukan untuk mencari perbandingan ketiga komponen untuk menghasilkan sistem satu fase . Misalnya dalam pembuatan emulsi yang terdiri dari tiga komponen utama yaitu minyak, air, dan emulgator. Gambar 1. Diagram terner hasil praktikum mahasiswa (digambar dengan menggunakan ggtern)